Kata Pengantar (tranliterasi NAskah 2008 : Manasa)
Kata Pengantar
Puji dan syukur disampaikan kepada Allah, karena hanya atas kodrat dan iradat-Nya kajian dasar dua puluh sembilan naskah koleksi Museum Negeri Sri Baduga Bandung, Jawa Barat untuk program transliterasi dan terjemahan 2008 dapat diselesaikan dengan baik. Dengan selesainya kegiatan ini, dua puluh sembilan naskah karya tulis peninggalan masyarakat Sunda masa silam koleksi museum ini terselamatkan, dan dengan selesainya transliterasi dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, diharapkan akan memberi kemudahan membaca dan mema-haminya bagi pihak-pihak yang tidak memahami teks dalam aksara aslinya.
Banyak kesulitan teknis yang dihadapi dalam kegiatan ini. Pertama, karena kondisi naskah yang telah mengalami kerusakan, sehingga banyak bagian yang hilang dan aksaranya sudah kurang jelas. Kedua, aksaranya tidak dikenal oleh masyarakat umum, yaitu aksara Cacarakan dan aksara Arab. Ketiga, dari segi bahasanya, banyak kata yang sudah tidak dikenali dalam kehidupan masyarakat Sunda saat ini, seperti bahasa Arab, dan bahasa Jawa. Keempat, kesulitan dalam penerjemahan, lebih-lebih pada teks yang ditulis dalam bentuk pupuh (puisi) yang bahasanya keterikatan dengan ketentuan pupuh, sehingga banyak struktur kalimat yang berbeda dengan struktur bahasa baku. Namun, alhamdulillah semua ini dapat diatasi dengan upaya keras, dan ketekunan tim peneliti.
Kerjasama yang baik antara Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara Cabang Bandung (Jawa Barat), akan dapat mengatasi berbagai hal yang berkaitan dengan pelestarian serta pemeliharaan fisik dan kandungan peninggalan tertulis yang berharga ini, khususnya yang berkaitan dengan naskah-naskah koleksi Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga Bandung.
Â
Bandung, Juli 2008
Masyarakat Pernaskahan Nusantara
Cabang Bandung (Jawa Barat)
Â
Â
Â
Â
Â
Dr. H. I. Syarief Hidayat, MS.
Filed under: Kudihyang, transliterasi Naskah
Leave a Reply